Minggu, 21 Mei 2017

Kerajinan Bahan Rotan

Pada kesempatan ini kita bakal menjadikan tempat pulpen/pensil dari bahan  rotan. Rotan ini adalah salah satu tumbuhan yang sangat banyak kita temui di hutan-hutan kita seperti, di Kalimantan, Sulawesi serta Sumatera. Rotan yaitu sejenis tanaman palem yang merambat, panjangnya mencapai 100 mtr. lebih. Kulit rotan dapat menghasilkan anyaman yang sangatlah kuat. Berikut beberapa cara menjadikan kerajinan tangan tempat pensil dari rotan :
Beberapa bahan yang disiapkan
  • cat
  • rotan
  • gunting
  • kuas
  • cetakan
Langkah pembuatan tempat pensil dari rotan
1. Siapkan rotan lalu rendam dalam suatu mangkuk langkah tersebut dikerjakan agar rotan tak gampang patah ketika kalian membentuknya, kalian dapat juga memberikan pewarna, agar rotan tampak bagus, tunggulah beberapa saat ya agar airnya menyerap, serta lentur. Langkah tersebut juga dikerjakan agar lebih aman, dari sayatan rotan yang keras ke kulit kita.
gambar 1
2. Ambillah bilah rotan sejumlah 3 lembar, ukuran panjang 4 cm, Di bagian 2 lembar tambahkan 1 lembar yang panjang untuk jadikan pakan (rotan yang jalan).
gambar 2
3. Buat sumbu yang diawali di bagian tengah, melilit sebagaimana obat nyamuk. Bila telah 3 putaran, bukalah jaring-jaring untuk mengawali anyaman.
gambar 3
4. Saat telah meraih lingkaran yang dikehendaki, awalilah dengan menegakkan jari-jari (lungsin), supaya terbentuk anyaman 3 dimensi. Bila habis, rotan bisa ditambah lewat cara menyelipkan saja.
gambar 4
5. Jika telah berdiri, awalilah melilitkan kembali pakan sampai meraih tinggi serta bentuk yang dikehendaki. Lalu, selipkan cetakan supaya bentuk bisa tampak rapi. terus saja kalian lilit hingga benar-benar terbentuk, pelaksanaan nya yang rapi, buat dengan hati-hati, janganlah hingga sisi rotan itu menusuk kulit kita.
gambar 5
6. Teruskan anyaman sampai ketinggian tertentu yang dikehendaki, lalu buat bentuk sesuai dengan yang sudah anda tentukan.
gambar 6
7. Setelah itu, gunting sisi yang seumpamanya tak digunakan, lalu kita rapihkan, lalu kita beri warna agar lebih cantik. Selepas itu wadah pulpen dari rotan, siap kita pakai.
gambar 7
Selamat mencoba,
sumber :

Kerajinan Batok Kelapa


Hiasan dari Batok Kelapa
Kerajinan dari batok kelapa memang agag sulit untuk dibuat. Tapi bila kamu tahu cara serta tips membuat kerajinan tangan dari batok kelapa, kesulitan itu lama-lama akan menjadi kemudahan. Biasanya batok kelapa dianggap sebagai limbah karena tidak memiliki manfaat bagi kebutuhan hidup sehari-hari.
Mungkin dari semua bagian pohon kelapa hanya batok yang kurang dimanfaatkan. Batang pohon kelapa bisa digunakan sebagai bahan bangunan, daun biasanya dimanfaatkan untuk membuat kerajinan atau bisa juga dibuat ketupat. Buah kelapa sendiri memiliki banyak sekali kegunaan.
Namun saat ini ditangan orang-orang kreatif batok kelapa yang awalnya dianggap sebagai benda sampah yang mengotori lingkungan diubah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi. Mungkin salah satu contoh orang kreatif itu adalah bapak Nur Roufiq dari Yogyakarta. Dari batok kelapa beliau bisa membuat berbagai souvenir pernikahan, gantungan kunci. Kerajinan yang telah dibuat bahkan bisa sampai tembus mancanegara dan omzet dari usaha kerajinan ini pun sampai miliaran rupiah.
Lampu hias dari batok kelapa

Cara membuat kerajinan lampu hias batok kelapa dari bahan keras

Kerajinan lampu hias batok kelapa dari bahan keras

  • Alat dan Bahan :

  1. Satu butir kelapa yang masih utuh berukuran sedang
  2. Tatakan kayu berukuran 12 x 12 cm, atau tatakan berbentuk bulat dengan diameter 12cm.
  3. Kawat besi 30cm
  4. Tali anyaman dari pelapah pisang
  5. Kabel dan lampu tidur kecil yang berwarna-warni
  6. Pisau untuk mengupas permukaan batok kelapa
  7. Ampelas atau beling untuk menghasluskan permukaan batok kelapa
  8. Bor listrik
  9. Pernis / sirlak

  • Cara pembuatan :

  1. Kupas kelapa sehingga terlihat permukaan batoknya
  2. Bersihkan permukaan batok kelapa dengan menggunakan beling ataupun amplas
  3. Buat pola dengan menggunakan pensil diatas permukaan batok yang telah halus
  4. Lubangi bagian atasnya dengan gergaji besi untuk tempat lampu
  5. Keluarkan kelapa dengan dicongkel sedikit demi sedikit
  6. Beri lubang untuk bor listrik sesuai pola yang sudah dibuat
  7. Buat dudukan dengan menggantungkan lampu
  8. Tancapkan kawat pada dudukan kayu yang ada, kemudian bentuk melengkung seperti dahan, pasang kabel dan dudukan lampu mengikuti kawat tadi, setelah itu baru dibungkus dengan lilitan tali dari pelepas pisang agar terlihat seperti batang kayu asli
  9. Setelah itu baru pasangkan batok kelapa menggantung seperti buah pada kawat jangan lupa buat daun dari batok ataupun tapasnya sebagai penambah keindahannya.
  10. Dan yang terakhir cat lampu sesuai dengan yang anda inginkan dengan pernis ataupun pilok agar terlihat lebih mengkilap.

sumber :
http://sarungpreneur.com/inilah-jenis-kerajinan-dari-bahan-batok-kelapa/
http://blogoinformasi.com/contoh-dan-cara-membuat-kerajinan-dari-bahan-keras/lampu-hias-dari-batok-kelapa/

Kerajinan Air Mancur dari Bambu

Cara membuat kerajinan dari bambu ada begitu banyak. Hal ini dikarenakan bambu merupakan bahan material yang sangat mudah diutak-atik karena sifatnya yang lentur dan kuat. Apabila kamu cukup mahir dalam mengolahnya, berbagai bentuk kerajinan dapat kamu hasilkan, bahkan hingga menghasilkan uang.
Bambu sendiri merupakan satu dari sekian tanaman yang sangat mudah dijumpai di negeri kita ini. Ini dikarenakan letak geografis negara kita yang strategis sehingga pertumbuhan dan persebaran bambu menjadi cepat dan mudah. Iklim di Indonesia sendiri pun sangat ramah terhadap pertumbuhan tanaman.

Manfaat dan Cara Membuat Kerajinan dari Bambu

Bambu ternyata memiliki banyak sekali manfaat nya bahkan dapat dijadikan obat tradisional turun temurun, adapun kelebihan dari bambu ini yaitu batang yang lentur sehingga menyebabkannya tidak mudah patah, dinding kayunya yang keras serta pemnafaatannya yang berulang juga waktu hidup tumbuhan ini yang panjang.
Tak heran bambu dijadikan salah satu alasan dalam cara pembuatan kerajinan tangan. Disamping mempunyai bahan yang mudah dicari juga kerajinan tangan dari bambu ini mempunyai nilai lebih karena lebih terlihat unik dan menarik meskipun pengerjaannya lumayan rumit.
Secara umum, berbagai jenis kerajinan tangan dari bambu di atas dapat dibuat oleh siapapun menggunakan alat tertentu. Ada yang bisa dibuat dengan menggunakan alat biasa seperti gergaji, martil, dan sebagainya. Namun untuk kemudahan pengolahan bambu, anda dapat menggunakan berbagai mesin pengolah bambu, antara lain, mesin pemotong bambu, mesin pembelah bambu dan mesin irat bambu.

  • Cara Membuat Kerajinan dari Bambu

Disini saya akan berbagi cara bagaimana membuat kerajinan tangan dari bambu. Karena tidak dipungkiri hasil dari kerajinan tangan bambu ini banyak sekali diminati oleh masyarakat lokal bahkan mancanegara hal ini menyebabkan produksi kerajinan berbahan bambu ini berkembang pesat bahkan sampai luar negeri sekalipun. contohnya adalah :

Cara Membuat Air Mancur dari Bambu

Salah satu contoh cara membuat kerajinan dari bambu adalah air mancur. Air terjun dari bambu biasanya sering kali, bahkan hampir seluruh rumah penduduk masyarakat Jepang memilikinya. Dan ternyata fungsi lain dari hiasan air terjun dari bambu ini memberi kesan sejuk alami, dan menenangkan pikiran akan sangat baik dan indah apabila dikombinasikan dengan tanaman bunga atau tanaman hijau lainnya.
cara membuat kerajinan dari bambu
Untuk konstruksi air mancur dari bambu yang akan kita buat, akan diperlukan bahan-bahan seperti berikut ini:
  • Batang bambu dengan diameter 5-7 cm sepanjang 1 – 1,3 m
  • Tiang bambu (untuk penyangga) dengan diameter 1-2 cm sepanjang 40-50 cm
  • Tali ijuk aren secukupnya (untuk pengikat)
  • Pipa PVC dengan diameter 5-7 cm
  • Pompa air listrik (untuk mengalirkan air)
Cara Membuat:
Silahkan simak contoh cara membuat kerajinan dari bambu dalam bentuk air mancur di bawah ini dengan seksama:
  1. Potong bambu hitam/wulung/ater dengan diameter 5-7 cm sepanjang 60-70 cm sebanyak 4 buah dan sepanjang 45-55 cm sebanyak 2 buah. Pastikan bahwa bagian teratas dan terbawah dari batang bambu yang akan berfungsi sebagai tiang ini tertutup oleh ruas.
  2. Potong bambu diameter 1-2 cm sepanjang 40 dan 50 cm untuk bambu penyangga.
  3. Potong bambu diameter 5-7 cm untuk buluh air sepanjang 1 m dan 1,3 m. Pada salah satu ujung masing-masing bambu, potonglah menyilang seperti bentuk bambu runcing.
  4. Untuk bambu buluh air ukuran 1 m, lubangi ruas-ruas di dalam batang bambunya agar bisa dilalui air. Demikian juga bagian akhir ruasnya, agar dapat disambung dengan pipa PVC.
  5. Sementara untuk bambu buluh air ukuran 1,3 m, lubangi ruas-ruasnya agar dapat menampung air, tetapi bagian dasarnya biarkan tetap tertutup oleh ruas.
  6. Ambil dua potongan bambu panjang 60-70 cm/bambu tiang, kemudian buat lubang menembus pada posisi 15-20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Sesuaikan besar lubang dengan diameter bambu untuk penyangga.
  7. Ukuran lubang harus lebih besar sedikit dari diameter bambu penyangga, agar bambu buluh air bisa bergerak bebas.
Cara Merangkai:

  1. Pasang bambu yang sudah dilubangi tadi berjajar di atas batu dengan bantuan semen. Jarak antaranya kurang lebih 30 cm. Pastikan lubang-lubang pada bambu berada pada posisi sejajar.
  2. Sisipkan bambu penyangga panjang 40 cm menembus mulai dari bambu tiang pertama, bambu buluh air ukuran 1,3 m dan berakhir di bambu tiang kedua.
  3. Buat ikatan dengan tali ijuk untuk menyatukan bambu penyangga dan bambu buluh air.
  4. Ambil bambu tiang ukuran 45-55 cm dan bambu penyangga ukuran 50 cm. Pasang bambu tiang berjajar dan bambu penyangga melintang di tengahnya pada posisi 15-20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Ikat dengan menggunakan tali ijuk.
  5. Lekatkan konstruksi ini pada batu kali dengan sedikit semen dan posisikan objek ini di belakang susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m.
  6. Ambil dua batang bambu tiang ukuran 60-70 cm yang tersisa. Posisikan bersilangan kemudian lekatkan bagian bawahnya ke batu alam dengan bantuan semen.
  7. Letakkan buluh air ukuran 1 m di antara bambu bersilang tadi. Ikat dengan tali ijuk agar posisinya kokoh. Posisikan susunan ini di depan susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m dengan ujung-ujung bambu buluh air saling berhadapan.
  8. Sambung pangkal bambu buluh air ukuran 1 m dengan pipa PVC dan hubungkan dengan pompa air. Pastikan bahwa Anda memilih pompa air yang ukurannya sesuai dengan debit air yang akan Anda alirkan. Sebaiknya pompa air diletakkan di atas permukaan tanah agar mudah perawatannya. Untuk menyamarkan, Anda bisa menanam tanaman hias semak di sekitarnya.
  9. Untuk memperkuat bambu, lapisi bambu dengan cat clear coating untuk batu alam.
sumber :
http://www.rumahmesin.com/cara-membuat-kerajinan-dari-bambu/

Kerajinan Lonceng Angin dari Bambu

Related image
Cara membuat kerajinan dari bambu ada begitu banyak. Hal ini dikarenakan bambu merupakan bahan material yang sangat mudah diutak-atik karena sifatnya yang lentur dan kuat. Apabila kamu cukup mahir dalam mengolahnya, berbagai bentuk kerajinan dapat kamu hasilkan, bahkan hingga menghasilkan uang.
Bambu sendiri merupakan satu dari sekian tanaman yang sangat mudah dijumpai di negeri kita ini. Ini dikarenakan letak geografis negara kita yang strategis sehingga pertumbuhan dan persebaran bambu menjadi cepat dan mudah. Iklim di Indonesia sendiri pun sangat ramah terhadap pertumbuhan tanaman.

Manfaat dan Cara Membuat Kerajinan dari Bambu

Bambu ternyata memiliki banyak sekali manfaat nya bahkan dapat dijadikan obat tradisional turun temurun, adapun kelebihan dari bambu ini yaitu batang yang lentur sehingga menyebabkannya tidak mudah patah, dinding kayunya yang keras serta pemnafaatannya yang berulang juga waktu hidup tumbuhan ini yang panjang.
Tak heran bambu dijadikan salah satu alasan dalam cara pembuatan kerajinan tangan. Disamping mempunyai bahan yang mudah dicari juga kerajinan tangan dari bambu ini mempunyai nilai lebih karena lebih terlihat unik dan menarik meskipun pengerjaannya lumayan rumit.
Secara umum, berbagai jenis kerajinan tangan dari bambu di atas dapat dibuat oleh siapapun menggunakan alat tertentu. Ada yang bisa dibuat dengan menggunakan alat biasa seperti gergaji, martil, dan sebagainya. Namun untuk kemudahan pengolahan bambu, anda dapat menggunakan berbagai mesin pengolah bambu, antara lain, mesin pemotong bambu, mesin pembelah bambu dan mesin irat bambu.

Cara Membuat Kerajinan dari Bambu

Disini saya akan berbagi cara bagaimana membuat kerajinan tangan dari bambu. Karena tidak dipungkiri hasil dari kerajinan tangan bambu ini banyak sekali diminati oleh masyarakat lokal bahkan mancanegara hal ini menyebabkan produksi kerajinan berbahan bambu ini berkembang pesat bahkan sampai luar negeri sekalipun. contohnya adalah :

  •  Cara Membuat Lonceng Angin dari Bambu

Dengan cara membuat kerajinan dari bambu ini, kamu dapat menghibur diri atau relaksasi berkat suara yang dihasilkan oleh derai-derai lonceng bambu ini.
Suasana yang damai di taman, kupu-kupu berterbangan, serta suara dan nada-nada yang dihasilkan oleh lonceng bambu yang bergoyang pelan, juga hembusan angin yang bertiup sejuk, pastinya akan membuatmu berasa sedang liburan ke pulau tropis yang penuh kedamaian.
cara membuat kerajinan dari bambu
Pertama-tama, kamu perlu menyiapkan bahan-bahan dan peralatan sebagai berikut:
  • Bambu
  • Batok kelapa
  • Tali
  • Gergaji potong
  • Amplas
  • Pisau
  • Gunting
  • Bor listrik
Cara Membuat:
Nah, sekarang kita beralih ke cara membuat kerajinan dari bambu untuk membuat lonceng angin seperti berikut ini:
  1. Pilihlah bambu yang berukuran sedang. Pastikan bambu yang kamu gunakan masih sehat, tidak retak dan masih kuat.
  2. Ukur bambu kurang lebih 15-17 cm sebanyak 5 bambu.
  3. Ukur bambu lagi sepanjang 7 cm sebanyak 5 buah yang nantinya akan dimasukkan ke tiap bambu berbentuk stick kecil yang akan berfungsi sebagai ‘jangkar’ individual (masing-masing untuk tiap bambu).
  4. Potong/gergaji bambu.
  5. Bersihkan bagian dalam bambu dari serat-seratnya menggunakan pisau kecil.
  6. Bentuk bagian bawah bambu dengan melengkung (lihat gambar artikel ini) dengan jarak 8 cm dari atas bambu.
  7. Amplas bambu hingga halus.
  8. Lubangi bagian atas bambu untuk dimasukkan tali menggunakan bor listrik.
  9. Belah batok kelapa menjadi setengah lingkaran.
  10. Amplas batok kelapa hingga halus.
  11. Lubangi pinggiran batok kelapa sesuai dengan jumlah bambu untuk lubang tali.
  12. Ikat masing-masing bambu dengan tali dan sambungkan ke batok kelapa.
  13. Jika sudah, masukkan tali tadi ke lubang batok kelapa dan tarik ke atas.
  14. Buat simpul tali untuk menyatukan lonceng angin dan mengunci talian.
  15. Finishing lonceng menggunakan pelitur untuk mendapatkan hasil yang estetis dan maksimal.

sumber :
https://www.google.co.id/search?q=contoh+kerajinan+bahan+keras+dari+kayu&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj__rn7v4DUAhUIRI8KHdS7CkoQ_AUIBigB&biw=1366&bih=705#tbm=isch&q=baambu&imgdii=e5UYoBhvEGpqMM:&imgrc=1qjjBPyA1f8d0M:
http://www.rumahmesin.com/cara-membuat-kerajinan-dari-bambu/

Produk Bahan keras dari Kayu





Image result for kayuUkir kayu adalah cukilan berupa ornamen atau ragam hias hasil rangkaian yang indah, berelung-relung, saling jalin menjalin, berulang dan sambung-menyambung sehingga mewujudkan suatu hiasan. Semula ukiran merupakan ornamen sederhana yang diterapkan dengan sistem gores dan tempel pada tanah liat, batu atau kayu dengan alat yang sangat sederhana pula, yang selanjutnya berkembang sampai sekarang menjadi ukiran yang beraneka ragam coraknya. Hasil ukir kayu di Indonesia pada saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya jenis produksi dan konsumen ukirkayu, terutama pada perabot dan jenis barang-barang kerajinan lainnya.


Khususnya di Jawa terdapat barang-barang ukir kayu yang dapat kita lihat terutama di Jawa Tengah, tepatnya di Jepara sebagai penghasil ukir kayu utama yang sudah dikenal sejak jaman dulu, di samping daerah lain seperti Serenan di Surakarta dan Polowijen di Kota Malang Jawa Timur. Hasil ukir dari daerah-daerah tersebut umumnya berupa barang yang digunakan dalam kehidupan rumah tangga berupa perabot dan hiasan serta barang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Karya hasil ukir kayu yang diwujudkan adalah berupa barang-barang yang bersifat sebagai berikut:
Teknologi kerja ukir kayu memerlukan perlengkapan yaitu meja kerja sebagai tempat landasan untuk mengukir dan kursi sebagai tempat duduk untuk kerja supaya mendapatkan kenyamanan dalam kerja ukir, penerangan ruangan, sistem sirkulasi udara (ventilasi ruangan), ruangan harus memadahi sehingga dengan kelengkapan tersebut diatas akan didapatkan situasi kerja yang nyaman.

  • Teknik Dasar Ukiran Kayu

Image result for contoh kerajinan bahan keras dari kayu      Ukiran kayu adalah hobi yang sudah ada selama beberapa dekade. Beberapa orang melakukannya untuk kesenangan, yang lain membuat ukiran yang rumit atau sederhana, mebel atau tanda-tanda untuk mencari nafkah. Ada banyak cara untuk mengukir kayu, dari raut sederhana untuk memotong perangkat kekuasaan yang kompleks. Teknik yang digunakan untuk mengukir kayu dari berbagai pemotongan dan memahat untuk pembakaran. Berikut adalah beberapa teknik termudah dan paling efektif untuk membantu Anda memulai ukiran kayu dengan segera.

a. Memilih Kayu
   Kayu yang Anda butuhkan untuk ukiran dikategorikan menjadi dua jenis – kayu keras dan kayu lunak. Daun pohon-pohon dengan daun lebar yang kehilangan daun mereka selama musim gugur setiap tahun banyak penyedia kayu, sedangkan kayu lunak tersedia dari pohon cemara yang  kerucut. Sementara kayu seperti oak, jati, sonokeling dan walnut berbagai bentuk pertama, jenis kayu lunak – misalnya, butternut, pinus, basswood, cedar dan kapuk – tampaknya paling populer dengan penggemar ukiran.

b. Peralatan Ukiran
   Berbagai bentuk ukiran kayu memerlukan alat yang berbeda dan instrumen. Beberapa alat yang paling umum adalah ukiran pisau yang berbeda ukuran, pahat persegi dan miring, gouges, file, dan alat rasps perpisahan.

c. Teknik Ukiran Relief
   Teknik ini umumnya digunakan untuk dua-dimensi benda seni untuk dekorasi di dinding dan di sekitar rumah. Ini terdiri dari penghapusan kayu dari sebuah papan datar dari kayu dan Penciptaan seperti objek yang diukir  akan tampak seperti itu adalah tumbuh keluar dari permukaan. Dimulai dengan ide desain, rencana master ukiran bantuan dilakukan di atas kertas dan kemudian dibawa ke panel kayu.

Sederhana, instrumen tangan dioperasikan seperti gouges, palu dan pahat yang diperlukan untuk ukiran. Selama proses tersebut, kayu pecah jauh dari pola, membuat kenaikan desain dari kayu. Tepi desain tidak teratur  kemudian mencukur agar sesuai garis dari pola asli. Mendapatkan digunakan untuk mencengkeram dan bekerja instrumen baik dan membuat alat yang cukup tajam untuk ukiran rapi adalah inti-ukiran relief keterampilan. d. Chip Ukiran
Ukiran Chip adalah teknik biasanya digunakan pada potongan lebih besar dari pekerjaan seperti tunggul pohon atau kayu, dan menggunakan kapak dan pahat yang lebih besar. Teknik ini jauh seperti patung, dan ini melibatkan chipping di kayu sampai Anda memunculkan gambar patung. Dalam teknik chip-ukiran, juga dikenal sebagai ukiran sendok, Anda menggunakan pisau untuk menghilangkan serpihan kayu kecil dari panel atau blok. Sebagian besar dilakukan di butternut, pinus atau mahoni, ukiran chip yang melibatkan memanipulasi dua permukaan – wajah dari panel kayu atau blok dan memotong titik berpotongan di bawah permukaan kayu.

e. Pembakaran Kayu
   Pembakaran kayu adalah teknik terutama digunakan untuk menambah desain untuk proyek kayu yang selesai, tetapi beberapa pemahat benar-benar menggunakan metode pembakaran untuk mengukir proyek-proyek kecil. Pena pembakar kayu membakar kayu, bukan dari mengukir, meninggalkan tepi menghitam di sekitar ukiran akhir.

f. Mengerik Kayu
   Ngerik adalah salah satu, cara tertua paling sederhana dan paling santai untuk bekerja dengan kayu. Teknik ini melibatkan tidak lebih dari sepotong kayu dan pisau ukir. Kayu pengrajin yang telah berlatih seni ini untuk kadang-kadang sering dapat duduk dan meraut apa saja dalam waktu setengah jam atau lebih. Ngerik hanya masalah pemotongan bit kayu jauh dari blok sampai desain Anda setelah terbentuk. Dalam banyak kasus, pemahat kayu terampil melakukannya dengan pisau kecil, dan merinci dengan pisau yang sama.

g. Teknik Ukir Putaran
    Sebuah jenis tiga-dimensi dari ukiran kayu yang digunakan terutama oleh seniman dan pemahat berpengalaman, teknik putaran menimbulkan berbagai pilihan objek dan patung-patung. Anda awalnya membuat tanah liat atau model lilin, maka kerangka kawat untuk pelengkap eksternal objek. Akhirnya, sebuah balok kayu adalah kunci untuk ini untuk mengukir potongan seni yang dihasilkan. Teknik ini membutuhkan hampir semua kayu-ukiran alat dan instrumen.

f. Bantuan Ukiran
   Pertolongan ukir adalah seni chipping dan memotong pada sepotong kayu datar untuk membawa muncul ukiran sehingga tampak tiga dimensi. Ukiran Relief ini biasanya dilakukan dengan sebuah alat pahat dan palu, pisau ukir meskipun sering digunakan untuk detail pekerjaan sampai selesai. Pada ukiran relief, pengrajin pahat kayu dari potongan datar sampai gambar, dia mulai mengambil bentuk dalam kayu, sehingga muncul.


  • Proses Produksi Kerajinan Ukir Kayu

  1. Penyiapan bahan
  2. Penyiapan alat
  3. Membuat rancangan atau gambar kerja
  4. Menyiapkan pola
  5. Menempel pola pada papan yang sudah dipersiapkan
  6. Menyekrol atau krawangan untuk tripleks
  7. Memahat bagian dasaran
  8. Membentuk ukiran
  9. Memberi benangan atau coretan pada motif
  10. Mengamplas
  11. Finishing


  • Keselamatan Kerja Pada Produksi Kerajinan Ukir Kayu

  1. Memerhatikan ruangan kerja dan fentilasi udara yang bersih
  2. Menggunakan pakaian kerja untuk melindungi kotoran kayu
  3. Memakai sepatu kerja
  4. Memakai kaos tangan saat memahat agar tidak terluka
  5. Menggunakan masker agar tidak terhirup debu kayu
  6. Tidak bergurau atau bercanda saat bekerja untuk menghindari kecelakaan
  7. Jika sudah selesai bersihkan kotoran sisa pahatan dan buang pada tempatnya.

Related image 
Alat Pembuatan :
1.      Satu set alat ukir kayu (pahat coret)
2.      Gergaji
3.      Palu
4.      Amplas
5.      Kuas
6.      Kertas karbon
7.      Pensil
8.      Kertas HVS







Bahan Pembuatan :
1.      Kayu ukir
2.      Cat kayu atau vernis

Proses Pembuatan :
1.      Buatlah pola dikertas HVS
2.      Potonglah kayu ukir dengan ukuran 30 x 30 cm
3.      Jiplaklah pola yang dikertas HVS tadi ke kayu
4.      Hasil jiplakan tersebut di ukir ke dalam mengikuti pola yang telah tadi dibuat
5.      Amplaslah hasil ukiran
6.      Catlah kayu dengan vernis pada permukaan pola
7.      Jemurlah kayu kurang lebih 5 jam
8.      Hasl ukiran telah selesai

Kerajinan Bahan Keras

Dalam kehidupan sehari - hari banyak barang di sekitar kita, mulai yang kecil hingga besar. Tahukah kita bahwa benda - benda seperti biji - bijian, kayu bekas bahkan benda lain yang tidak berharga dengan kreatifitas kita, benda yang tadinya tidak berguna bisa memiliki nilai seni bahkan nilai jual.

Kerajinan dari bahan keras, kayu kereta
Produk kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang dalam tahap pembuatannya menggunakan bahan yang bersifat keras, baik alami maupun buatan.
Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu  :

1.  Bahan Keras Alami
Bahan keras alami adalah bahan yang diperoleh dilingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras dan masih berasal dari alam.
Contohnya    : Kayu, Bambu, Batu, Rotan, Kerang, Biji-bijian, dan lain-lain

2.  Bahan Keras Buatan
Bahan keras buatan adalah bahan-bahan yang diolah menjadi keras sehingga dapat digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan.
Contohnya    : Kaca, Kaleng, Logam, Kawat, Besi, Tembaga, DLL
Manfaat dari pembuatan karya kerajinan dari bahan keras adalah         :
1.     Dapat digunakan sebagai benda pakai dan benda hias.
2.    Menghasilkan produk-produk terbaru yang berasal dari bahan keras, contohnya sebagai produk barang.
3.    Memberikan Ilmu dan pengalaman dalam pembuatan kerajinan dalam bahan keras.

Unsur-unsur yang harus diperhatikan pada sebuah kerajinan, yaitu       :
1.     Unsur Estetika ( Keindahan )
Yaitu nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni
2.    Unsur Ergonomis ( Aspek fungsi dan kegunaan )

Yaitu keamanan, kenyamanan dan keluasan

Minggu, 04 Desember 2016

Perbedaan Antara Kewirausahaan dan Wirausaha

Artikel ini untuk menjawab pertanyaan: Pengertian kewirausahaan, wirausaha, apa itu kewirausahaan, ciri ciri wirausaha, dan tujuan kewirausahaan atau wirausaha. Untuk pertama, kita akan menjelaskan tentang pengertian kewirausahaan dan pengertian wirausaha.

Pengertian Kewirausahaan

Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih.

Menurut Drs. Joko Untoro bahwa kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J.Leach Ronald Melicher bahwa kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga) “Process of changing ideas into commercial opportunities and creating value”. Dalam buku Entrepreneurship: Determinant and Policy in European-Us Comparison bahwa kewirausahaan adalah proses mempersepsikan, menciptakan, dan mengejar peluang ekonomi “process of perceiving, creating, and pursuing economic opportunities“. Akan tetapi dikatakan dalam buku tersebut, bahwa proses dari kewirausahaan itu sendiri sulit untuk diukur.

Membuka Usaha Restoran atau Rumah Makan

Persiapan untuk membuka sebuah restoran baru mungkin sangat merepotkan, bagi seseorang yang tidak memiliki back ground dalam usaha kuliner. Banyak hal yang harus jadi bahan pertimbangan, mulai dari pembiayaan hingga masalah karyawan.

Berikut ini adalah 9 hal mendasar yang harus anda pahami sebelum membuka sebuah restoran :



1. Memiliki sebuah restoran merupakan sebuah pekerjaan.

Konsepnya harus mudah dipahami. Memiliki sebuah restoran berarti anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja, khusus di awal pembukaan, karena kunci dalam menjalankan bisnis rumah makan/restoran adalah di awal-awal pembukaan. Seperti kebanyakan dalam awal membuka usaha, kegiatan melakukan promosi adalah pekerjaan yang paling banyak menghabiskan waktu dan harus dijalankan.

Apabila anda adalah orang yang memiliki kebiasaan melakukan weekend dengan berlibur, merayakan ulang tahun anak, atau merayakan pesta Tahun Baru, maka akan sangat terasa sekali, karena kemungkinan besar anda harus bekerja pada hari-hari tersebut, karena justru di hari-hari tersebutlah anda sangat sibuk.

Faktor Kegagalan Wirausaha

Setiap wirausaha tentu tidak menginginkan kegagalan. Motivasi untuk mengagapai kesuksesan harusnya terus menjadi pendorong bagi para wirausaha agar membekali diri sehingga menjadi wirausaha yang tangguh. Karena itu, pahamilah sejak dini beberapa faktor penyebab kegagalan wirausaha. 

Seseorang ketika mengawali usahanya harus siap dengan dua hal yaitu : berhasil dalam mengembangkan usahanya atau gagal sama sekali dalam usahanya. 


Penyebab wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya:

1.   Kurangnya kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial. Menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di tempat yang sangat strategis akan memperburuk jalannya usaha. Kompetensi dalam manajerial sangat membantu keberhasilan perusahaan karena meletakan orang-orang yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat bekerja karyawan akan mempermudah usaha dan strategi perusahaan untuk dilaksanakan.

2.     Kurangnya pemahaman bidang usaha yang diambil karena tidak dapat memvisualisasikan dengan jelas usaha yang akan digeluti. Seorang wirausahawan apabila tidak dapat mendeskripsikan dan memvisualisakan bentuk usaha yang digeluti mengantar pada kehancuran usaha. Pemaham bisnis atau bidang usaha yang diambil secara kontekstual dan riel sangat membantu arah, tujuan, misi, dan visi perusahaan. Kejelasan bidang usaha yang telah ditentukan sangat membantu dan mempermudah mengambil kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat.